Seruan Solidaritas untuk Warga Kulon Progo


Tolak-penggusuran-Kulon-Progo

Hari ini adalah batas akhir pengosongan lahan warga untuk lokasi bandara New Yogyakarta Inteernational Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo. Sejak 27 November  PT.Angkasa Pura I sudah berupaya mengosongkan lahan warga yang terdampak pembangunan bandara.

Aparat negara juga dikerahkan dalam upaya pengosongan lahan tersebut. Bahkan di antaranya membawa senjata laras panjang. Padahal warga tidak punya senjata apa-apa. Listrik di rumah-rumah warga pun telah diputus paksa sejak pengosongan pertama.

Penggusuran paksa tak cuma melanggar hak atas tempat tinggal, tapi boleh jadi juga menghilangkan mata pencaharian warga yang sehari-hari bertani dan sebagainya. Lahan yang digusur bukannya tak produktif. Lahan yang hendak digusur aalah lahan pertanian produktif yangmenghasilkan hasil tani macam semangka, melon, cabai, dan masih banyak lainnya.

Warga selain pemilik tanah juga ikut terdampak misal, warga yang bergantung hidup dari lahan yang hendak dijadikan lahan bandara ini. Mulai buruh tani (petani penggarap) sampai kuli angkut yang jumlah ribuan sangat banyak akan kehilangan mata pencaharian sehari-hari mereka. Tapi, lapangan pekerjaan pengganti yang dijanjikan kepada warga tergsusur tidak sebanding dengan orang yang akan kehilangan pekerjaannya.

Negara ini berdiri atas dasar demokrasi. Warga harus diberi peran yang partisipatif. Warga harus dilibatkan menentukan nasibnya terkait lahan Bandara. Kami menolak narasi yang menyebut warga yang menolak penggusuran adalah warga yang bandel. Warga tidak bisa disebut bandel kalau ruang hidupnya dirampas paksa.

Aksi-tolak-penggusuran-kulon-progo

Penggusuran dengan dalih pembangunan hanyalah iming-iming pemodal dan negara saja. Nyatanya ada rakyat yang terpinggirkan dan kehilangan alat produksi. Dalam beberapa kasus, ada warga disebut sebagai pengkhiatan negara karena tak mau tanah dan rumahnya digusur.

Pembangunan harus berdampak baik buat rakyat. Pembangunan yang hanya menguntungkan pemodal harus ditolak. Pembangunan tidak mengorbankan orang. Pun, pembangunan bukan soal ganti rugi saja. Banyak hal macam tatanan sosial yang hancur karenanya. Tatanan sosial warga yang tergusur hancur begitu saja saat tergusur dan pindah ke wilayah lain.

Kami tegas menolak penggusuran paksa oleh Angkasa Pura terhadap warga Kulon Progo. Dengan itu kami juga menolak pembangunan bandara sebab akan menghilangkan ruang hidup warga yang ada di sana. Begitu pula dengan semua penggusuran paksa lain di Indonesia.

Aksi-tolak-penggusuran-kulon-progo-2

Kami menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan pelajar Indonesia agar melakukan gerakan solidaritas untuk warga Kecamatan Temon, Kulonprogo di masing-masing kota. Jika sedang berada di lokasi, segera ikut membantu mempertahankan rumah-rumah warga yang hendak dirobohkan paksa.

Selain itu, mari berkonsolidasi untuk menghadapi penggusuran-penggusuran paksa lain di Indonesia yang merugikan rakyat. Rakyat punya hak atas hidupnya sendiri!

Panjang umur solidaritas