Budaya Update Status


Pikiran-orang-yang-menggunakan-gadget
Foto: http://www.bloraupdates.net

Maraknya sosial media di era sekarang ini menimbulkan budaya-budaya baru dikalangan masyarakat kita. Salah satu budaya baru yang timbul akibat banyaknya sosial media yang hadir adalah budaya meng-update status. Budaya ini telah menjadi kebiasaan masyarakat kita di seluruh penjuru Indonesia, tak hanya anak muda orang dewasa pun terkena imbas dari budaya baru ini.

Budaya update status kini menjadi hal yang paling rutin dilakukan masyarakat kita, seolah-olah mengupdate status wajib dilakukan ketimbang meng-update informasi. Walaupun dengan jejaring sosial media kita juga dapat mengakses informasi, namun banyak masyarakat kita mengupdate status untuk menginformasikan hal-hal yang bersifat aktifitas pribadi. Hal ini di perkuat dengan adanya data statistik sekitar 40% penduduk bumi telah mengakses internet dan 95% dari akses internet tersebut yaitu mengakses jejaring sosial, data ini dilansir oleh Kompas.com selasa 25 Desember 2015.

Efek Media Internet dan Budaya Update Status

Dari pembahasan di atas dapat kita lihat internet banyak digunakan masyarakat untuk mengakses jejaring sosial media, dan ini tentunya telah mengubah sikap dan perilaku kita. Keinginan untuk di akui, di lihat atau di like teman di jejaring sosial telah membuat kita secara tidak sadar mempublikasikan siapa diri kita.

Memang kehadiran jejaring sosial juga sangat membantu dan mempermudah kita dalam menjalin hubungan silahturahmi kita dengan kerabat-kerabat jauh kita, dan dapat di jadikan tempat berbisnis. Namun hanya sebagian orang saja yang menggunakan jejaring sosial dengan baik, dan sebagianya lagi terkena dampak yang negatif dari jejaring sosial ini.

Salah satu contoh dari efek negative sosial media adalah kita cenderung menjadi lupa diri. Membuat kita menjadi manusia yang apatis sehingga kita tak lagi menghiraukan orang-orang di sekitar kita.

Contoh nya hal yang pernah di alami si penulis saat berkumpul dengan teman-teman lamanya,  yaitu saat saya di undang teman-teman sewaktu SMA saya untuk mengadakan buka puasa bareng (bukber) saat bulan Ramadhan tahun lalu. Di saat semuanya telah berkumpul di tempat yang telah di tentukan hanya sedikit sekali yang bercakap-cakap ria, sebagian dari yang berkumpul tersebut justru sedang asyik mem-posting foto-foto makanan berbuka kami, dan sebagian lainya asyik meng-update status tentang hal-hal yang dilakukan saat itu. hal ini tentunya efek dari kecanduan kita terhadap media sosial.

Etika dan Budaya Update Status

Pembahasan  diatas merupakan sebagian contoh dari efek jejaring sosial media terhadap kehidupan kita sehari-hari yang tentunya telah menjadi budaya baru di kalangan kita, yang mana budaya baru tersebut telah mengubah perilaku kita dan menggeser nilai-nilai etika dan  kesopanan kita. Misalnya budaya yang dulu diajarkan oleh orang tua kita yaitu sebelum makan di haruskan berdoa, namun kenyataanya demikian banyak diantara pengguna sosial media sebelum makan justru “mengcekrak-cekrek” alias memfoto-foto makan tersebut untuk kemudian di posting di akun sosialnya. Hal ini tentunya melanggar etika saat makan yang diajarkan oleh orang tua kita dahulu.

Jika kita tidak ber-etika dalam menulis status di sosial media, tentunya akan dapat menjadi ancaman yang buruk bagi kita, dengan mem-publish kegiatan-kegitan yang kita lakukan sehari-hari akan dapat menjadikan kita korban dari kejahatan yang dilakukan oleh predator-predator dunia maya. Aksi penipuan, pelecehan seksual, hingga penjualan manusia (human trafficking) kerap terjadi awalnya melalui sosial media. Selain itu sebelum menulis status kita juga harus memperhatikan dan memikirkan apa yang akan kita tulis tentunya tidak menyinggung sara, agama dan ras yang dapat memicu konflik.

Budaya update status memang telah terbentuk di kalangan masyarakat kita. Meskipun budaya tersebut sedikit banyak nya telah memberikan dampak negatif bagi kita penggunanya. Namun ada baiknya kita juga harus tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dalam menuliskan hal-hal yang ingin kita publish.