Pernah saya merasa ditempeleng keras oleh Amartya Sen ketika membaca karya-karyanya, salah satu istilah yang paling mengendap dalam otak ini adalah Social Shame! Ini adalah istilah yang digunakan oleh Amartya Sen untuk mengekspresikan situasi yang membuat seseorang malu tampil dihadapan publik. Inilah yang terjadi kepada saya ketika membaca sebuah berita tentang pencapaian luar biasa seorang …

“Masih ingatkah kau wahai mahasiswa semester akhir, di kala kau masih imut-imut, setiap hari mencari sensasi tanpa esensi….?” Tenang,, tulisan ini adalah bentuk dari autokritik penulis terhadap diri pribadi maupun terhadap semua yang “merasa sakitnya tuh di sini” atas tulisan ini. Semua mahasiswa pasti merasakan masa-masa indah semester muda. Konon, aku adalah orang yang penuh …

“Apa pun dalihnya, organisasi keagamaan bukanlah agama” Hari ini kita masih saja terkudeta oleh legitimasi politis para aparatus agama apalagi yang mengatasnamakan dirinya mewakili identitas A, B dan C. Organisasi keagamaan apapun merek organisasinya hanya boleh menyarankan bukan memaksakan. Mereka boleh memfatwa tapi tidak boleh bersabda, mereka boleh merekomendasi tapi tidak boleh mengeneralisir pengikut. Saya …

C. A, Van Peursen dalam buku yang berjudul Strategi Kebudayaan, menjelaskan bahwa manusia akan mengalami tiga tahap kebudayaan, tiga tahap itu di antaranya: tahap mistis, tahap ontologis, dan tahap fungsional. Ia menuliskan, tahap mistis ialah sikap manusia yang merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib di lingkungan tempat ia berada, seperti kekuasaan dewa-dewa, pohon keramat, batu …